Penolakan Warga Berdirinya Menara Tower BTS


Tertanggal 21 Juli 2008 surat dari Warga RT.51 Jalan Jafri Zam-zam dan Warga RT.78 Jalan Pembangunan II yang masuk wilayah Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah yang ditujukan ke Walikota Banjarmasin dan sebagai tembusan ke Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Banjarmasin (Distakor) Perihal Penolakan Berdirinya Menara Tower BTS milik PT. Excelcomindo Pratama Tbk. Menanggapi surat tersebut Distakor selaku mediator mengadakan pertemuan antara kedua belah pihak yang bertempat di Kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah. Dalam pertemuan itu Warga menuntut agar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Menara Tower tersebut di cabut / ditolak. selain itu warga juga resah yang kemungkinan jika Menara Tower itu berdiri dapat menyebabkan Radiasi. serta kemungkinan robohnya Menara Tower BTS tersebut ke pemukiman warga.
Menurut pendapat Kepala Bidang Penataan Bangunan & P
emetaan pada Distakor kemungkinan robohnya Menara Tower BTS tersebut sangat kecil, karena perhitungan teknis pembangunan Menara Tower BTS oleh pihak kontraktor sudah dengan perhitungan yang matang. dan mengenai tuntutan warga dicabut / ditolaknya IMB Menara Tower BTS tersebut tidak dapat dipenuhi karena secara teknis dan administrasi sudah memenuhi persyaratan serta pembangunan Menara Tower BTS adalah salah satu program Pemerintah dalam meningkatkan perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga Kota Banjarmasin pada khususnya. Dalam pertemuan itu PT. Excelcomindo selaku pemilik Menara Tower BTS tersebut mengaku salah atas kurangnya pendekatan kepada warga sekitar dalam melakukan sosialiasi berdirinya Menara Tower BTS XL di kawasan tersebut. Mengenai radiasi pihak PT. Excelcomindo Pratama Tbk menjelaskan selama ini tidak pernah ada laporan dampak radiasi dari Menara Tower BTS yang ada di seluruh Indonesia. Dari hasil kesepakatan dalam pertemuan itu PT. Excelcomindo Pratama Tbk bersedia melakukan negosiasi secara intern dengan warga dan diharapkan tidak merugikan kedua belah pihak.


~ 4 komentar: ~

heri says:
at: 9 Oktober 2010 16.36 mengatakan...

Sebaiknya cari lokasi yg benar2 aman, tidak menimbulkan radiasi, soalnya bts juga diperlukan sekali

yosi maulana says:
at: 27 Mei 2013 15.31 mengatakan...

sebetulnya tidak perlu tempat yg aman,dan jauh dari pemukiman warga karna BTS tersebut tidak akan menimbulkan dampak radias. kalau pun ada orang bilang bahwa BTS menimbulkan radiasi terhadap mahluk hidup disekitarnya itu hanya pihak yg tidak bertanggung jawab. Contohnya di ibu kota jakarta,sekarang ini banyak monopole,pole,dan bisa dibilang juga tower mini banyak dibangun diatas gedung2 dan juga diatas rumah sakit. Logikanya,jika peralaatan telekomunikasi itu menimbulkan radiasi otomatis tidak akan ada persetujuan oleh pihak berwenang dari rumah sakit tersebut....just information untuk yg masih awam mengenai telekomunikasi yg sekarang ini kita sangat butuhkan untuk bermacam hal tentunya

Ade irawan says:
at: 5 Februari 2014 13.29 mengatakan...

@ Yosi Maulana, Begini aja Bagaimana kalo Tower BTSnya di pasang Di depan Rumah Nte,,,,,
nah Nte lagi Tidur tau-tau tuh Tower Rubuh,,,, atau disamabar petir ..... Udah Itu aja....

agus gunawan says:
at: 6 Juli 2014 16.30 mengatakan...

yua sapa yang kgk nolak buat pembangunan tower.. wong tiap kepala keluarga dikasih cepe dan rtx dikasih 10 juta juga rw gk tanggung 80jt... dan gk naggung-naggung warga di ancam klo kgk ikut dukung kgk bakal dibantu ... nah menanggapi pernyataan kang Yosi, saya yakin 100 persen bts yang dipasang di atas2 gedung dan instansi terkait yang memiliki tinggi lebih dari 3 lantai itu karena yang punya gedung sudah mengizinkan akan tetapi warga sekitar tidak diindahkan... .. sekedar share.. "sewa tanah buat diri in tuh tower 100Jt/tahun loh... "

~ Posting Komentar ~

- salam kenal bro -

+

About Me

Foto Saya
Andripm a.k.a Kopral
Banjarmasin, South Borneo, Indonesia
© hanya sebuah dokumentasi | uoıʇɐʇuǝɯnɔop
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.